Aryanto Pengusaha SUKSES From Zero To Hero

Aryanto Mangundiharjo Seorang anak berada , Ia pemilik usaha rental mobil mewah bernama The Jakarta Limousine.
dengan omset per bulan nya 300 – 400 juta rupiah.

Bukan karena dia anak dari orang kaya lantas penghasilan perbulan nya begitu besar, namun karena kerja keras dan usaha yang dirintisnya dari 0.

Semenjak ayah nya meninggal, usaha rental mobil berat milik ayahnya pun mulai menurun, dan tak lama kemudia habis.
Aryanto pun menjadi pengangguran, sebelum ia mengingat bahwa ia mencoba menjadi loper koran, “Aku sukses karena pagar” katanya.
Sebab dari situ ia mulai mengenal cara berbisnis.
dari setiap pagar rumah yang dilaluinya, ia menyelipkan nomor telepon nya, dan banyak yang menghubunginya karena ingin berlangganan koran.

Sejak itulah ia memiliki modal untuk menyewa rumah.
Kemudian Aryanto si loper koran itu memutuskan untuk berhenti menjadi loper koran dan memilih menjadi satpam dikarenakan kejenuhan nya, Usaha loper koran nya diberikan kepada adiknya. Disinilah Aryanto belajar menyetir dan mulai mencalokan mobil milik orang lain.

Ia menjadi satpam pada tahun 1998, dan karena kasus kerusuhan, kemudian pria kelahiran Jakarta, 14 Mei 1976 ini pun merantau ke bali dan menjadi supir taxi.
Berbekal pengalaman nya untuk mencalokan mobi, ia memiliki usaha sampingan rental mobil selama beberapa waktu, hingga sepulang nya ia darei bali karena peristiwa bom bali , ia mendapat pesangon dari perusahaan sebesar 3 juta rupiah.

Bermodal pesangon itu, Aryanto memberanikan diri membuka usaha rental mobil. “Saya tidak punya mobil, cuma modal nomor telepon. Kalau ada order, saya akan cari rental lain,” katanya. Ia mendapat order dari perusahaan obat nyamuk yang menyewa 18 mobil untuk kegiatan di 10 kota selama 3 bulan. Dari order ini, ia mampu membeli mobil Kijang.

Order besar datang lagi dari perusahaan telepon seluler yang meminta 40 unit mobil dengan dibiayai oleh bank. “Saya tidak puas begitu saja dengan bisnis rental ini. Saya coba menjadi kontraktor,” kenangnya. Sayang, baru menggarap satu proyek di Belitung, Aryanto sudah kena tipu sebesar Rp 1,4 miliar. Sementara itu, karena ulah karyawan yang nakal, 40 unit mobil sewaannya digelapkan penyewa.

Utang bank yang menumpuk hingga menyebabkan rumah Aryanto disita. Uang hasil penjualan tanah yang dikelola sang istri lenyap karena kena tipu penjual valas. Tahun 2004, ia bangkrut dan terpaksa tinggal di rumah mertua.

Setahun lebih, Aryanto terpuruk. Pada pertengahan tahun 2006, dia mendapat pinjaman Rp 25 juta dari seorang teman. Bermodal itu, dia merintis usaha penyewaan mobil lagi tanpa kendaraan sendiri. Ia memanfaatkan mobil dari jasa penyewaan lain.

Suatu saat, dari pelanggannya yang warga negara asing, Aryanto mendengar keluhan soal susahnya mencari rental mobil mewah di Jakarta. Dari situ, ia tertarik menjajal bisnis ini. Dia mencari kenalan yang mau menyewakan mobil mewahnya. “Banyak yang mau, sebab untuk kelas Alphard saja, tarif sewa per 12 jam Rp 3 juta. Saya dapat komisi 50%,” katanya. Aryanto lantas fokus menggarap penyewaan mobil mewah meski tanpa modal mobil sendiri.

Aryanto akhirnya mendapat order 16 unit mobil mewah dengan masa sewa 10 hari sekaligus. Dalam jangka waktu itu, ia mengantongi untung Rp 270 juta. “Saya langsung beli rumah dan mobil Alphard. Dari modal itu, usaha saya terus bergulir dan kini saya memiliki 16 mobil mewah,” katanya.

Nah itulah kisah sukses Aryanto pengusaha rental mobil mewah di Jakarta.
Perjuangan nya untuk terus berusaha untuk bangkit walaupun jalan hidupnya tak mulus, itulah yang embuat dia sukses dengan usahanya sekarang ini, cuma bermodalkan relasi dam hubungan baik dengan orang lain, ia pun bisa menjadi pengusaha sukses.

Semoga artikel ini bisa menjadi inspirasi untuk pembaca,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *