Omset Ratusan Juta dengan Berkebun Tomat Hidroponik

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Banyak orang yang mencoba untuk berkebun dengan menggunakan cara seperti ini, dengan awalnya coba-coba kemudian berhasil dan mengembangkan usaha ini menjadi salah satu mata pencaharian.

Untuk anda yang ingin melakukan budidaya tanaman, namun hanya memiliki lahan terbatas, anda bisa manfaatkan teknik hidroponik. Bertanam hidroponik ini sangat mudah dilakukan, tak terkecuali di lahan sempit sekalipun. Terlebih lagi, hidroponik termasuk teknik budidaya tanaman yang begitu mudah dikembangkan. Dengan potensi pangsa pasar yang luas, hidroponik juga bisa menjadi budidaya kelas atas yang luar biasa prospeknya.

Untuk memulai budidaya hidroponik ini, anda bisa kumpulkan modal terlebih dahulu. Modal yang dibutuhkan pun tidak tinggi. Apalagi media hidroponik yang dibutuhkan pun mudah didapat. Jika anda lebih memilih memulai usaha budidaya hidroponik ini di rumah, maka anda bisa menggunakan benda-benda di sekitar, seperti toples, gelas, ember, atau tempat lainnya. Sementara untuk ukuran wadah larutan dipengaruhi oleh ukuran tanaman yang akan dibudidayakan nantinya.

Berikut cerita sukses Petani Tomat Hidroponik Sukses

Pak Dedi, salah seorang petani yang sukses bertanam tomat dengan teknik hidroponik. Pak Dedi menanam tomat sekitar 100rb dengan 2 jenis tomat yakni tomat cherry dan tomat beef. Pertanian hidroponik tomat yang dilakukannya menggunakan sistem fertigasi atau irigasi tetes. Pak Dedi menakar tiap pekerjanya dengan 2000 tanaman tomat. Dalam melakukan usahanya, Pak Dedi bisa bagi hasil sebesar 20%. Penampung nutrisi budidaya tomatnya terdiri dari 3 tendon air yang masing-masing berkapasitas 3000 liter. Dari kapasitas 3000 liter ini, Pak Dedi tambahkan 10 liter pekatan larutan A dan B.

Usaha budidaya tomat ini memberikan omzet Rp. 450 juta/bulan kepada Pak Dedi. Telah banyak juga investor yang menanam saham di kebun milik Pak Dedi. Pak Dedi kelola 7 lokasi perkebunan dengan total 7 investor dan jumlah tanaman sebanyak 100 rban. Tiap kali panen Pak Dedi dapat memanen 1-2 ton tomat, baik jenis tomat cherry dan tomat beef. Di perkebunan tomat yang dia kelola sendiri bisa panen setiap 2 hari sekali. Pak Dedi juga mengembangkan nutrisi khusus tomat untuk memenuhi kebutuhan tanaman tomat di 7 lokasi perkebunan tomat miliknya.